Jumat, 23 Oktober 2009
Radio dan Sejarah Proklamasi
Ya inilah kepingan sejarah kemerdekaan Indonesia yang melibatkan satu nama yang sangat penting dalam sejarah dunia radio siaran di Indonesia. Beliau adalah almarhum Muhammad Jusuf Ronodipuro, salah seorang pendiri Radio Republik Indonesia (RRI), bahkan yang pertama mengeluarkan slogan : “Sekali di Udara Tetap di Udara!”.
Berikut beberapa informasi tentang peran beliau di masa kemerdekaan Indonesia yang saya sarikan dari berbagai sumber (lihat tautan terkait di akhir artikel ini).
~~~
KABAR TENTANG PROKLAMASI
Banyak orang -ya paling tidak saya- berpikir bahwa suara Bung Karno membacakan proklamasi itu mengudara juga di radio pada hari yang sama saat Indonesia merdeka. Ternyata bukan begitu ceritanya.
Jumat, 17 Agustus 1945, sekitar jam 17:30 WIB. Saat itu Pak Jusuf sedang berada di kantornya, Hoso Kyoku (Radio Militer Jepang di Jakarta). Tiba-tiba muncullah Syahruddin, seorang pewarta dari kantor berita Jepang Domei dengan tergesa-gesa. (Catatan: Pak Jusuf sempat meralat kebenaran berita bahwa yang datang itu adalah sejarawan Des Alwi). Syahruddin yang masuk ke kantor Hoso Kyoku dengan melompati pagar itu menyerahkan selembar kertas dari Adam Malik yang isinya “Harap berita terlampir disiarkan”. Berita yang dimaksud adalah Naskah Proklamasi yang telah dibacakan Bung Karno jam 10 pagi.
Masalahnya, semua studio radio Hoso Kyoku sudah di jaga ketat sejak beberapa hari sebelumnya, tepatnya sehari setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh Amerika. Jusuf kemudian berunding dengan rekan-rekannya, diantaranya Bachtiar Lubis (kakak dari Sastrawan dan tokoh pers Indonesia Mochtar Lubis) dan Joe Saragih, seorang teknisi radio.
Beruntung, studio siaran luar negeri tidak dijaga. Saat itu juga dengan bantuan Joe, kabel di studio siaran dalam negeri di lepas dan disambungkan ke studio siaran luar negeri. Tepat pukul 19:00 WIB selama kurang lebh 15 menit Jusuf pun membacakan kabar tentang proklamasi di udara, sementara di studio siaran dalam negeri tetap berlangsung siaran seperti biasa untuk mengecoh perhatian tentang Jepang.
Belakangan tentara Jepang mengetahui akal bulus Jusuf dan kawan-kawannya. Mereka pun sempat disiksa. Beruntung mereka selamat. Malam itu pun radio Hoso Kyoku resmi dinyatakan bubar, tetapi dunia saat itu juga sudah mengetahui kabar tentang proklamasi langsung dari mulut Jusuf Ronodipuro. Sayang rekaman suara ini tidak diketahui lagi keberadaannya, atau jangan-jangan sudah tidak ada mengingat malam itu juga radio tersebut ditutup oleh Jepang.
~~~
CIKAL BAKAL RADIO REPUBLIK INDONESIA
Gara-gara luka-luka dipukuli tentara Jepang, Jusuf Ronodipuro berobat ke seorang dokter bernama Abdurrahman Saleh. Mengetahui apa yang baru dilakukan oleh Jusuf, Abdurrahman Saleh kemudian menyarankan agar Jusuf membuat pemancar radio sebagai sarana komunikasi pemerintahan Indonesia yang baru dengan rakyat.
Kabarnya diperlukan waktu tiga hari bagi Jusuf dan kawan-kawannya untuk merakit pemancar itu. Laboratorium milik dokter Abdurrahman Saleh di belakang Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, RSCM, pun kemudian dipakai sebagai ruang siaran. Maka berdirilah radio Voice of Indonesia yang siaran 2 jam sehari, satu jam dalam bahasa Indonesia, satu jam dalam Bahasa Inggris.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa untuk masuk ke studio ‘radio gelap’ tersebut harus melewati kamar mayat RSCM yang baunya busuk, sehingga setiap habis siaran bajunya pun tertular bau busuk itu dan harus direndam selama 2 hari untuk menghilangkan baunya.
Tetapi dari ruangan berbau busuk mayat itulah, Voice of Indonesia mengudara dan menjadi media utama untuk mengabarkan perjuangan Indonesia kepada rakyat dan juga ke masyarakat internasional. Bung Karno sendiri pertama kali berpidato di radio tersebut pada tanggal 25 Agustus 1945 sementara 4 hari kemudian Bung Hatta juga mengudara dari studio yang sama.
Voice of Indonesia kemudian menjadi cikal bakal Radio Republik Indonesia. Abdurrahman Saleh adalah direktur RRI yang pertama, dan Jusuf Ronodipuro kemudian dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan slogan “Sekali Di Udara, Tetap Di Udara!”
~~~
MEREKAM PEMBACAAN NASKAH PROKLAMASI
“Proklamasi itu hanya satu kali!” begitu kata Ir. Sukarno dengan nada marah kepada Jusuf Ronodipuro pada suatu hari di awal tahun 1951. Dalam pengakuan kepada salah seorang kerabat dekatnya Louisa Tuhatu, Jusuf Ronodipuro dengan rendah hati mengatakan, kebetulan sekali saat RRI baru saja membeli peralatan baru dan mendadak pula muncul ide di benaknya untuk merekam suara Bung Karno membacakan proklamasi.
Meskipun sempat ‘ciut’ juga dimarahi oleh Sang Pemimpin Besar Revolusi, tetapi Jusuf tetap bersikukuh. “Betul, Bung. Tetapi saat itu rakyat tidak mendengar suara Bung,” bujuknya. Bung Karno pun bersedia merekam suaranya tengah membacakan naskah proklamasi. Ini terjadi hampir 6 tahun setelah proklamasi yang asli dibacakan.
Nah, kebenaran cerita ini sempat menjadi kontroversi tersendiri. Bahkan -bisa ditebak- nama seorang Roy Suryo pun sempat terbawa-bawa disini. Tapi sudahlah. Itu urusan dia hehe.
Toh ada beberapa bukti yang bisa memperkuat kebenaran cerita ini. Kalau anda dengar pembacaan naskah proklamasi, maka akan terdengar kualitas rekaman yang relatif bersih, tidak ada suara-suara latar apapun. Senyap, seolah direkam di studio. Yang ada hanya suara Bung Karno. Padahal diasumsikan saat itu suasana saat proklamasi dibacakan sangatlah ramai. Nada suara Bung Karno pun tidak berapi-api seperti biasanya saat ia berpidato, bahkan ada kesan santai.
Bukti lain diceritakan oleh Louisa Tuhatu, orang terdekat Jusuf Ronodipuro di blognya (silahkan temui tautannya di akhir artikel ini). Anda mungkin tahu bahwa dalam naskah asli proklamasi yang hingga kini masih tersimpan rapi, tercetak tanggal “ hari 17 boelan 8, tahoen 05 “, sesuai penanggalan Jepang yakni tahun 2605 yang sama dengan tahun 1945. Tetapi dalam pembacaan saat rekaman, Bung Karno menyebutkan tahun 1945 dan bukannya tahun 05 atau 2605.
Silahkan bandingkan tanggal pada naskah, dengan tanggal pada rekaman pembacaan naskah proklamasi di bawah ini:
naskahproklamasi.jpg
icon for podpress Proklamasi [0:52m]: Hide Player | Play in Popup | Download
Demikianlah sekelumit catatan sejarah tentang sosok Jusuf Ronodipuro dan bagaimana radio berperan besar pada masa proklamasi kemerdekaan.
Muhammad Jusuf Ronodipuro meninggal pada tanggal 27 Januari 2008 dalam usia 88 tahun. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Berita wafatnya beliau tidak banyak beredar, karena pada hari yang sama banyak media lebih terfokus pada kematian Suharto.
Toh Indonesia akan selalu mengenang beliau sebagai salah seorang yang paling berperan mewartakan kemerdekaan Indonesia kepada seluruh dunia, selain juga berbagai jasa lainnya yang bisa anda baca selengkapnya dalam tautan di bawah ini.
Semoga Allah membalas semua jasamu di alam sana, Pak Jusuf!
Sekali Di Udara, Tetap di Udara!!!
*disarikan dari berbagai sumber oleh Rane Hafied (suarane.org). Jika ditemukan ada fakta sejarah yang salah, mohon disampaikan ke penulis dengan mengisi kotak komentar di bawah ini atau mengirim email ke jafmail @gmail.com. Terimakasih.
~~~
Tautan Terkait :
- Blog Louisa Tuhatu
Salah seorang kerabat dekat Jusuf Ronodipuro
- Antara.co.id
In Memoriam Jusuf Ronodipuro
- Kompas.co.id
Jusuf Ronodipuro, Penyebar Kabar Proklamasi
- Biografitokoh.com
Jusuf Ronodipuro, Pemekik Awal Semboyan RRI
~
Sumber Gambar:
- Jusuf Ronodipuro muda: Wiki Bahasa Jawa (dengan beberapa penambahan)
- Naskah Proklamasi: Wikipedia (dengan beberapa pengeditan)
~
Sumber Audio:
- Di reproduksi dari rekaman kaset (sumber NN)
Popularity: 100% [?]
komunikasi dan tipe golongan darah
komunikasi Efektif
Di Jepang, sebuah perusahaan sangat memperhatikan cara Anda berkomunikasi. Tetapi ini tidak hanya sampai di sini saja. Artinya, cara komunikasi Anda sangat ditentukan oleh golongan darah Anda. Karena semua bentuk emosi berasal dari aliran darah. Dan golongan darah Anda sangat menentukan kaakter Anda, dan berlanjut pada cara Anda berkomunikasi. Demikianlah apa yang ditesiskan Furukawa Takeji pada tahun 1927 melalui tesisnya “The Study of Temperament through Blood Type” yang diluncurkan di Ochanomizu Women's University.
Anda boleh percaya atau tidak. Tetapi jika Anda akan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan Jepang, maka golongna darah Anda akan ditanya dalam sebuah form aplikasi melamar kerja. Dengan mengetahui golongan darah Anda, maka perusahaan tersebut dapat menempatkan Anda pada pos kerja yang sesuai dengan karakter Anda. Berikut karakter golongan darah manusia beserta karakter dan cara berkomunikasinya.
Karakter Golongan Darah A
#Berkarakter kuat dan bisa tenang dalam situasi rumit.
#Menghindari konfrontasi, dan sesungguhnya kurang nyaman berada di antara orang banyak.
#Biasanya pemalu dan terkadang suka mengasingkan diri.
#Mencari keharmonisan dan sangat sopan, tetapi mereka sebenarnya tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain.
#Sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, mereka lebih suka mengerjakannya sendiri.
#Sering mengukir sukses dan sangat perfeksionis.
#Kreatif, dan paling artistik di antara semua golongan darah yang ada karena kesensitifan mereka.
Cara Berkomunikasi dengan Golongan Darah A
#Jangan mengangkat topik yang konfrontatif, misalnya, topik kontroversial karena mereka orang yang tidak suka membuat konfrontasi dengan lawan bicara.
#Gunakan kata-kata yang relatif sopan karena mereka sangat sensitif dan terkadang konservatif sehingga kata-kata yang tidak sesuai dengan standar kesopanan minimal akan dapat menyinggung mereka.
#Jika menjawab usahakan dengan lengkap dan bermakna karena mereka adalah orang yang sangat sempurna dan kurang menyukai hal yang setengah-setengah.
#Mintalah pandangan dan pendapat mereka karena mereka sangat kreatif untuk hal ini dan dengarkan dengan seksama ketika mereka menjelaskan.
#Jangan melebihi mereka saat menyampaikan sesuatu. Artinya, jangan sampai mereka merasa dilampaui misalnya dalam hal kepintaran dan pengalaman.
#Hargai mereka dengan memuji seperlunya karena pujian yang berlebihan akan membuat mereka ragu dengan ketulusan si pemuji.
Karakter Golongan Darah B
#Praktis
#Egois
#Optimis
#Bebas berpikir
#Individual
Cara Berkomunikasi dengan Golongan Darah B
#Berbicaralah dengan runtun, jangan melompat-lompat karena mereka kurang menyukai hal-hal yang tidak teratur.
#Jangan memulai pembicaraan tanpa mengakhirinya.
#Gunakan data-data akurat, bukan rekaan.
#Jika mengajak kerjasama, pastikan bahwa mereka bersedia.
#Berbicaralah kepada otaknya bukan hatinya. Gunakan lebih banyak fakta rasional daripada sosial.
Karakter Golongan Darah AB
#Unik
#Dua kepribadian, satu sisi pemalu satu sisi lagi sangat terbuka
#Dapat bertanggung jawab, tapi tidak dapat bertanggung jawab jika banyak kewajiban
#Suka seni dan metafisik
#Sensitif dan penuh perhatian
#Susah mengambil keputusan
#Mudah bosan
#Egois, menentukan syarat sendiri dan menggugurkan kewajiban jika tidak sesuai keinginan
Cara Berkomunikasi dengan Golongan Darah AB
#Pertama-tama, ikuti dulu alur pembicaraan mereka.
#Selanjutnya, berbicaralah secara tegas karena mereka mudah berubah-ubah.
#Bicaralah tentang seni dan metafisika untuk memulai percakapan yang lebih panjang jika hal itu diinginkan.
#Jika membuat janji, pastikan mereka memahaminya dan setuju.
#Jangan ambil keputusan sepihak karena mereka termasuk orang yang suka menentukan sebuah keputusan secara sepihak. Diskusikanlah dengan sinergis.
#Jangan terlalu banyak mengumbar kata dan janji karena mereka sulit mengingat, apa lagi menjalankan kewajiban yang semakin banyak.
Karakter Golongan Darah O
#Outgoing (ramah)
#Sangat sosial
#Fleksibel
#Jujur
#Menghargai pendapat orang lain
#Menjadi pusat perhatian
#Percaya diri tinggi
#Initiators, but they always don’t finish what they start.
Cara Berkomunikasi dengan Golongan Darah O
#Berbicaralah dengan semangat dan penuh vitalitas. Karena mereka kurang menyukai orang-orang yang terkesan lemah, letih, lesu, lemas, letoy, dan loyo yang dianggap tidak dapat mengikuti ritme mereka yang penuh dengan energi.
#Jangan gunakan kata-kata negatif dan pesimis karena kelompok kata itu tidak terdapat dalam kamus mereka yang penuh dengan semangat positif dan optimis.
#Ketika mengikat sebuah kontrak, pastikan dengan tegas bahwa mereka komit dengan apa yang telah disepakati dan dapat bertanggung jawab atas penyelesaiannya.
#Berkatalah dengan jujur karena mereka juga demikian adanya. Sekali kebohongan terdeteksi, mereka tidak akan percaya lagi pada lain kesempatan.
#Tunjukkan bahasa tubuh yang penuh keceriaan dan semangat.
Demikianlah empat golongan darah dan karakter serta cara berkounikasi dengan setiap golongan darah. Sekali lagi, ini adalah tesis dari Furukawa Takeji, dan boleh jadi tidak sesuai dengan karakter Anda yang Anda temui secara pribadi dalam diri Anda. Percaya atau tidak, bukan itu yang terpenting. Yang terpenting adalah apakah kita semua telah menjadi pendengar yang baik dan mampu mencapai cara berkomunikasi yang efektif. Semoga ini semua bermanfaat bagi Anda.